Terbukti Menyalahgunakan Narkotika, WN Malaysia Divonis 2,5 Tahun Penjara

Terbukti Menyalahgunakan Narkotika, WN Malaysia Divonis 2,5 Tahun Penjara – WN Malaysia Norhisam bin Zali dinyatakan dapat dibuktikan menyalahgunakan narkotika tipe ganja serta divonis 2,5 tahun penjara. Tapi terdakwa pernah ajukan perubahan hukuman penjara dengan hukuman cambuk.

“Mengadili mengatakan terdakwa Norhisham bin Zali udah dapat dibuktikan lewat cara resmi serta memberikan keyakinan menyalahgunakan narkotika group I,” kata ketua majelis hakim Made Pasek di Pengadilan Negeri Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Kamis(18/10/2018).

“Menjatuhkan pidana penjara sepanjang 2 tahun 6 bulan penjara dikurangi periode tahanan,” sambungnya.

Made memberi tambahan, dari realitas persidangan, terdakwa dinyatakan dapat dibuktikan menyalahgunakan narkotika tipe ganja. Soal yang memberatkan terdakwa merupakan tdk memberi dukungan program pemberantasan narkoba serta menyebabkan kerusakan gambaran Pulau Bali di mata internasional.

Sewaktu di tanya apa terdakwa terima atau keberatan dengan hukuman itu, masyarakat negara Malaysia itu kelihatan kebingungan dengan proses hukum banding. Sewaktu udah diterangkan hakim mengenai proses hukum banding, ia lantas ajukan perubahan hukuman penjara dengan hukuman cambuk.

“Jadi Saudara dapat terima putusan atau pikir-pikir ajukan proses hukum banding. Proses hukum banding ke pengadilan yang tambah tinggi, disana vonis Saudara dapat diperingan atau diperberat. Saudara udah memahami?” bertanya Made.

“Saya tidak mengerti proses hukum banding apa itu. Di negara saya yang ada hukuman cambuk,” jawab Norhisam.

Hakim lantas mengharap penasihat hukum terdakwa buat memaparkan berkaitan proses hukum itu. Walau udah diterangkan, Norhisham konsisten mengharap hakim merubah hukumannya dengan hukuman cambuk.

“Saya terima hukuman saya 2,5 tahun, namun apa dapat ditukar dengan hukuman cambuk saja?” tanyanya.

“Di Indonesia tdk diketahui hukuman cambuk. Buat pidana narkotika, ada keputusan hukumnya,” jawab Made.

Penasihat hukum terdakwa pada akhirnya mengatakan pada majelis hakim buat pikir-pikir berkaitan vonis itu.

Majelis hakim mengatakan Norhisam dapat dibuktikan melanggar Klausal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomer 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika. Ia dapat dibuktikan membawa ganja seberat 0,48 gr sewaktu liburan dari Kuala Lumpur ke Indonesia.