Saiful Djarot Meringankan Tunggakan Sewa

Saiful Djarot Meringankan Tunggakan Sewa  – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memberi kemudahan atas tunggakan pembayaran sewa pada yang tinggal didalam rumah susun simpel sewa (rusunawa) yang datang dari hasil relokasi. Penghuni rusunawa itu adalah warga Jakarta yang rumahnya terdampak karena ada pembangunan.

Dinas Perumahan Rakyat serta Permukiman DKI Jakarta mendata penunggak ongkos rusunawa di 23 tempat dengan keseluruhan tunggakan Rp 31, 7 miliar. Paling tidak ada 9. 522 unit penunggak, lebih dari setengahnya datang dari warga relokasi, yakni 6. 514 warga relokasi serta 3. 008 warga umum.

Djarot memohon penunggak ongkos yg tidak berkemauan untuk melunasi kewajibannya untuk lekas meninggalkan tempat tinggal susun simpel sewa usunawa. Menurut Djarot, ada banyak warga DKI Jakarta yang mengantre serta menyebutkan mampu untuk membayar untuk masuk ke rusunawa.

” Sesaat ini (imbauan itu untuk) yang bukanlah relokasi. Untuk yang relokasi beda sekali lagi kelak. Karna ada prioritas yang bukanlah keluarga relokasi, ” tutur Djarot di Balai Kota Jakarta, Jumat, 11 Agustus 2017.

Untuk itu, Djarot memohon Kepala Dinas Perumahan Rakyat serta Kawasan Permukiman supaya buat kategorisasi antarpenghuni rusunawa. Bagi penghuni lama dapat diberlakukan imbauan untuk meninggalkan rusunawa seandainya udah menunggak sepanjang tiga bulan.

Mengenai kebijakan itu sesuai sama Instruksi Kepala Dinas Perumahan Rakyat serta Kawasan Permukiman Nomor 3354 th. 2017 perihal Proses Penertiban Warga Rusunawa Penunggak. Setelah diberi surat peringatan ke-2, penghuni disuruh untuk menyerahkan tempat tinggalnya dengan suka-rela pada pengelola. Apabila tidak digubris, jadi dapat dikerjakan pengosongan dengan paksa.