Polisi Menyampaikan Jalan Depan Muka Kantor Pemilu Sudah Dibuka

Polisi Menyampaikan Jalan Depan Muka Kantor Pemilu Sudah Dibuka – Kepolisian RI menyampaikan kondisi nasional ini hari udah sehat. Kesibukan memberikan saran di podium atau perbuatan unjuk rasa lantas tidak berada di Jakarta dalam hari ini.

Kepala Biro Penerangan Orang Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menyampaikan arus jalan raya sudah mulai dibuka untuk pengendara yg lewat di muka kantor Tubuh Pengawas Pemilu. Tapi, kendaraan yg lewat masihlah dalam jumlahnya hanya terbatas.

” Kondisi nasional ini hari sehat, untuk lokasi Jakarta ini hari tidak ada kesibukan orang turun ke jalan, berarti mengerjakan demo. Lantas untuk Kantor Bawaslu arus mulai dibuka tapi masih hanya terbatas, ” katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/5) .

Biarpun kondisi udah sehat, Dedi akui masih ada beberapa titik dalam pengawasan. Beberapa titik itu yaitu Bawaslu, KPU, Istana, MPR, DPR serta MK, kedutaan, kunci ekonomi serta objek krusial nasional yang lain.

Aparat yg di turunkan untuk perlindungan sejumlah 58 ribu personil campuran TNI Polri.

Dedi menyampaikan ada beberapa moment pada 22 Mei sampai 23 Mei subuh. Salah satunya di Sumatra Utara berlangsung perusakan kendaraan roda empat.
Polisi Ucapkan Keamanan Terselesaikan Selesai Keonaran 21-22 MeiSisa-sisa keonaran di muka Gedung Bawaslu, Jakarta.

Di Jawa Timur, berlangsung perkara pembakaran Polsek di Sampang. Juga ada di Papua ialah pembakaran polsek oleh penduduk.

” Di Pontianak ada pembakaran dua pos terus, sukses ditangkap 38 [orang] diminta info tempo hari serta ini hari lebih 18 sehubungan perusakan serta pembakaran pada pos terus, ” ujarnya.

Perbuatan unjuk rasa menampik hasil pemilu di muka Kantor Bawaslu RI, Jakarta, berbuntut rusuh. Massa merampungkan laganya serta tinggalkan area demonstrasi pada Selasa (21/5) petang.

Tapi, waktu malam hari, massa kembali mendatangi Bawaslu RI. Mereka memprovokasi aparat kepolisian serta mulai memantik kekacauan. Keonaran berlangsung sampai Kamis (23/5) pagi.

Sampai ini hari tangkap 300 orang sehubungan perbuatan berbuntut keonaran yg terjadi pada 21-22 Mei. Jumlahnya ini semakin bertambah dari awalnya yg capai 257 orang.

Beberapa tanda untuk bukti udah ditangkap seperti kendaraan ambulance dengan ikon Partai Gerindra, uang dalam pecahan rupiah ataupun dolar, senjata tajam, molotov, alat komunikasi, camera, sampai petasan bermacam ukuran.