Pasutri Muda Di Denpasar Diamankan Polisi Karena Edarkan 193 Paket Ganja Gorila

Pasutri Muda Di Denpasar Diamankan Polisi Karena Edarkan 193 Paket Ganja Gorila – Ke polisian Polresta Denpasar mengamankan sepasang suami istri (Pasutri) bernama Firman (19) serta Yuniar (22) sebab jadi pengendara narkotika type ganja gorila.

Pasutri muda dengan status nikah siri ini, ditangkap pihak kepolisian di alamat tempat tinggalnya di Jalan Tegal Dukuh Denpasar Barat. Dari alurnya, bermula dari info penduduk, jika di Jalan Tegal Dukuh Denpasar Barat, seringkali berlangsung transaksi narkotika.

Setelah itu, saat beberapa waktu pihak kepolisian lakukan penyidikan dalam tempat itu dengan beberapa ciri yang telah dikantongi. Lalu di hari Rabu (6/2) sekira jam 21.30 Wita, polisi lihat Pasutri ini di TKP serta langsung lakukan penangkapan serta pemeriksaan.

Waktu dikerjakan pemeriksaan pada ke-2 terduga, tidak diketemukan tanda bukti. Setelah itu, polisi lakukan pemeriksaan di kamar rumah terduga serta sukses temukan tanda bukti berbentuk 193 paket tembakau gorila dengan berat bersih 448,92 gr.

Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan menjelaskan, ke-2 Pasutri ini mengakui jika barang itu ialah kepunyaannya yang dibeli melalui online lalu barang di kirim melalui layanan expedisi JNE.

“Yang berkaitan menjadi pengedar serta telah 1 tahun mengedarkan tembakau gorila. Terduga ini, menjelaskan memperoleh keuntungan jual tembakau gorila per paket Rp 300.000,” katanya di Mapolres Denpasar, Jumat (15/2).

Kapolresta pun menuturkan, pasutri ini jadi pengedar sebab aspek ekonomi, serta baru pertama-tama mengerjakannya. Diluar itu, untuk beberapa pembelinya dari kelompok mahasiswa serta beberapa pekerja.

“Mereka ini nikah siri, suaminya (Firman) pekerjaannya menjadi yang pesan melalui online serta istrinya membungkusnya. Untuk tanda bukti hampir 1/2 kilo (Ganja Gorila),” jelas Kapolresta.

Dari info terduga Firman, dalam setahun ini telah 5 kali memperoleh kiriman ganja gorila itu. Pada sebuah pemesanan membayar Rp 13 juta.

“Dalam satu hari dapat 5 kali transaksi (Ganja Gorila). Kami akan lakukan penyidikan siapapun penggunanya. Untuk barangnya di luar Bali. Kami akan lakukan penyidikan pemesanan onlinenya juga. Tiap-tiap pengiriman hampir 1/2 kilo gr (Ganja Gorila),” tutur Kapolresta.

Pasutri ini disangkakan Masalah 112 Ayat (2) Undang-undang RI, Nomer, 35 Tahun 2009, mengenai narkotika dengan intimidasi hukuman penjara minimum 5 tahun, optimal 20 tahun serta pidana denda Rp 800 juta atau Rp 8 miliar