Paryono Dalam Masalah Pendapat Suap Penyediaan Barang Serta Layanan Di Kabupaten Lampung Tengah

Paryono Dalam Masalah Pendapat Suap Penyediaan Barang Serta Layanan Di Kabupaten Lampung Tengah – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan kontrol Sekretaris DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Lampung Tengah, Paryono dalam masalah pendapat suap penyediaan barang serta layanan di Kabupaten Lampung Tengah.

“Yang berkaitan (Paryono) akan dicheck menjadi saksi untuk terduga MUS (Mustafa-mantan Bupati Lampung Tengah),” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah waktu di konfirmasi, Selasa (12/3/2019).

Tidak hanya Paryono, penyidik instansi antirasuah akan mengecek Ketua Pemuda Nasdem Pringsewu, Sony Adiwijaya; PNS Bina Marga Lampung Tengah, A. Ferizal; Psikolog bernama Andririni Yaktiningsasi, serta pihak swasta Darius Hartawan.

“Mereka akan dicheck menjadi saksi MUS,” kata Febri.

KPK mengambil keputusan bekas Bupati Lampung Tengah Mustafa menjadi terduga masalah pendapat suap serta gratifikasi.

Mustafa disangka terima hadiah atau janji berkaitan dengan penyediaan barang serta layanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tahun biaya 2018 serta penerimaan-penerimaam hadiah atau janji yang lain dari calon relasi proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah.

Suap yang di terima Rp 95 miliar
Mustafa pun disangka terima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan rata-rata fee sebesar 10 % sampai 20 % dari nilai project. Keseluruhan pendapat suap serta gratifikasi yang di terima Mustafa yakni sebesar minimal Rp 95 miliar.

Keseluruhan Rp 95 miliar itu didapat Mustafa dari kurun waktu Mei 2017 sampai Februari 2018 dengan perincian Rp 58,6 milyar dengan kode IN BM datang dari 179 calon relasi, serta sebesar Rp 36,4 milyar dengan kode IN BP datang dari 56 calon relasi.

Penentuan ini adalah peningkatan masalah suap berkaitan kesepakatan utang daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun 2018 yang membuat Mustafa divonis 3 tahun pidana penjara serta denda sebesar Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.