KPK Perpanjang Masa Penahanan Bowo Sidik Pangarso

KPK Perpanjang Masa Penahanan Bowo Sidik Pangarso – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perpanjang penahanan terduga masalah suap distribusi pupuk PT PILOG dengan PT HTK Bowo Sidik Pangarso berkaitan sepanjang 30 hari. Tidak hanya Bowo, penyidik perpanjang penahanan anak buah Bowo di PT Inersia bernama Indung.

“Iya, 30 hari [perpanjangan penahanan Bowo Sidik serta Indung],” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Febri menjelaskan perpanjangan penahanan dikerjakan terhitung semenjak Senin, 27 Mei sampai 25 Juni 2019.

“Perpanjangan penahanan terhitung dari 27 Mei – 24 Juni 2019,” katanya.

Bowo sendiri bersama dengan Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti serta Indung, awalnya diamankan serta diputuskan jadi terduga suap kerja sama distribusi pupuk PT PILOG dengan PT HTK.

Bowo disangka minta komisi pada PT HTK atas ongkos angkut yang di terima beberapa US$2 per metric ton. Ada enam kali penerimaan yang disangka terjadi awalnya di beberapa tempat sebesar Rp221 juta serta US$85.130.

KPK mengendus Bowo terima uang di luar masalah sangkaan suap kerja sama distribusi pupuk. Team KPK lalu temukan uang beberapa Rp8 miliar di Kantor PT Inersia, perusahaan punya Bowo.

Uang seputar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu serta Rp50 ribu itu sudah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang yang ada dalam 400 ribu amplop itu disangka akan dipakai Bowo untuk ‘serangan fajar’ Pemilu 2019.

Diluar itu, KPK pastikan selalu menginvestigasi beberapa pihak yang disangka ikut serta dalam kasu yang menangkap Bowo Sidik, diantaranya Ketua BNP2TKI, Nusron Wahid.

Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif mengatakan faksinya buka peluang mengecek Nusron dalam masalah itu.

Bowo Sidik sendiri sempat ‘bernyanyi’ masalah sangkaan keterkaitan Nusron tentang uang pada 400 ribu amplop gagasannya dipakai untuk serbuan fajar di Pemilu 2019.