Khasus Menpora Dan KPK

Khasus Menpora Dan KPK – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan akan menyebut Menteri Pemuda serta Berolahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam persidangan masalah pendapat suap penyaluran dana hibah dari pemerintah untuk Komite Berolahraga Nasional Indonesia (KONI) lewat Kemenpora.

“Untuk proses persidangan pasti kami akan menyebut saksi yang sempat dicheck awal mulanya, dari unsur pejabat-pejabat di Kemenpora atau saksi-saksi yang namanya dimaksud dalam tuduhan,” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah waktu di konfirmasi, Selasa (12/3/2019).

Akan tetapi, Febri belum juga tahu kapan Imam Nahrawi akan dicheck di Pengadilan Tipikor. Tidak hanya Imam Nahrawi, jaksa KPK pun diyakinkan akan mendatangkan asisten pribadi Imam Nahrawi bernama Miftahul Ulum.

“Kelak JPU yang akan ajukan siapa yang di panggil, contohnya Menpora atau staf pakar atau deputi di Kemenpora atau Ketua KONI,” kata Febri.

Febri pastikan, waktu kedua-duanya dicheck di Pengadilan Tipikor, jaksa akan menguraikan peranan mereka dalam masalah itu.

“Nah, peranan serta pengetahuan semasing akan kita jabarkan di pengadilan,” kata Febri.

Awal mulanya, dalam tuduhan yang dibacakan jaksa KPK di Pengadilan Tipikor dijelaskan peranan Miftahul Ulum dalam masalah ini. Miftahul dikatakan sebagai pihak yang ikut mengendalikan besaran uang suap yang perlu disediakan pejabat KONI untuk dikasihkan pada petinggi Kemenpora.

Suap dikerjakan untuk membuat lancar proses pengucuran dana hibah Penerapan Pekerjaan Pengawasan serta Pendampingan Program Penambahan Prestasi Berolahraga Nasional pada Asian Games 2018 serta Asian Paragames 2018 pada KONI.

Fee 19 %
Dalam tuduhan dimaksud besaran prinsip fee 15 sampai 19 % dari keseluruhan nilai pertolongan dana hibah yang di terima oleh KONI Pusat yaitu sebesar Rp 30 miliar.

Tidak cuma dalam Asian Games serta Asian Paragames, dalam tuduhan dijelaskan peranan Miftahul Ulum dalam proses kesepakatan serta pencairan dana hibah yang diserahkan KONI dalam rencana Pengawasan serta Pendampingan Seleksi Calon Atlet serta Pelatih Atlet Berprestasi tahun 2018.

Miftahul Ulum bertindak mengarahkan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy untuk memerintah Sekretaris Bagian Rencana serta Biaya KONI Pusat, Suradi untuk mencatat beberapa nama petinggi Kemenpora yang akan mendapatkan prinsip fee dari dana hibah yang di setujui Kemenpora sebesar Rp 17,9 miliar.