Ketua DPP PSI Tsamara Amany Mengkritik Laporan Itu

Ketua DPP PSI Tsamara Amany Mengkritik Laporan Itu – Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mempolisikan Ketum PSI Grace Natalie serta 3 kader lainnya berkaitan ‘Kebohongan Award’. Ketua DPP PSI Tsamara Amany mengkritik laporan itu.

“Kami tidak takut serta tidak gentar. Dikit-dikit memberikan laporan,” kata Tsamara waktu di konfirmasi, Senin (7/1/2019).
Tsamara adalah salah satunya kader yang ikut dipolisikan ACTA. Buat Tsamara, semestinya tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membalas ‘Kebohongan Award’ dengan kreatifitas tandingan, bukan laporan polisi.

“Mereka isi demokrasi dengan kebohongan serta saat kita tunjukkan kebohongan mereka ke depan publik, mereka geram serta memberikan laporan. Mereka tidak dapat meng-counter langkah kreatif PSI. Jadinya ya memberikan laporan. Gali dong kreatifitas, balas kami lewat cara yang kreatif pun,” tantang Tsamara.

Tsamara menyatakan PSI tidak takut dilaporkan ke polisi oleh ACTA. Buat ia, apakah yang dikerjakan PSI dengan keluarkan ‘Kebohongan Award’ adalah usaha menantang kebohongan.

“Utamanya, kami tidak takut serta tidak gentar. Kebohongan yang di produksi tidak bisa dilewatkan serta mesti diperlihatkan pada publik. Bila tidak yang berlangsung nanti normalisasi kebohongan,” kata Tsamara.

Pelapor yang mempolisikan Grace dkk atas nama Hendarsam Marantoko yang Wakil Ketua ACTA. Tidak hanya Grace Natalie serta Tsamara, Hendarsam pun memberikan laporan Raja Juli Antoni serta Dara Adinda Kesuma Nasution. Laporan polisi terdaftar dengan nomer laporan LP/B/0023/I/2019/Bareskrim tertanggal 6 Januari 2019.

“Kami sebagai kader dari Pak Prabowo terasa ini satu bentuk pelecehan pada Pak Prabowo. Berarti satu tindakan disibak dengan satir, mengkritik berbuat tidak etis semacam ini tidak cocok dengan apakah namanya tuch kebiasaan serta rutinitas kultur politik kita,” papar Hendarsam di Bareskrim Polri, Minggu (6/1).