Kekalahan Korea Atas Malaysia

Kekalahan Korea Atas Malaysia – Ancaman buat pemain Tottenham Hotspur ini ada diambang mata. Awal mulanya, Son Heung-min diberitakan mesti ikuti ketentuan dari negaranya Korea Selatan yang mengharuskan tiap-tiap pria di bawah 35 tahun untuk harus militer.

Meskipun Korea Selatan yang kalah dari Malaysia 1-2 ini masih tetap aman karena ada di tempat runner up klassemen, tetap harus adalah ancaman buat Son. masalahnya Son akan dibebani keharusan dua tahun lamanya untuk membela negaranya. Mengingat sekarang umurnya telah menyentuh 26 tahun, berarti dia akan diijinkan kembali merumput waktu usianya telah 28 tahun.

Seperti dikutip Kumparan, Sebetulnya Pemerintah Korsel sudah memberi dua pilihan buat Son untuk terlepas dari jeratan wamil –selain memenangkan Asian Games– yaitu membawa Taegeuk Warriors tembus set perempat final Piala Dunia 2018 kemarin.

Alih-alih sukses, Korsel malah cuma ada di tempat tiga Group F dengan tiga angka. Praktis, sekarang cuma Asian Games yang menjadi sandaran utama Son untuk hindari wamil. Walau sebenarnya, peraih 3x gelar Pemain Terunggul Korsel itu tengah ada puncak karirnya. Telah 26 gol yang dicetaknya untuk Spurs dalam dua musim ke belakang.

Son juga jadi pemain Asia pertama di Premier League yang mengemas lebih dari 10 gol dalam semusim. Kalkuasi gol itu juga yang mebawanya melalui catatan Park Ji-Sung menjadi topskorer Asia pada pertandingan sangat elite di tanah Inggris itu.

Semua catatan itu bisa jadi jadi masa lalu misal Korsel tunduk dari Kirgistan di pertandingan terakhir. Semakin lebih celaka lagi jika Bahrain sukses tundukkan Malaysia di waktu berbarengan. Skenario terburuk itu akan membuat Korsel finish di tempat buncit dan tersisih dari kompetisi, serta bukan tidak mungkin saja akan akhiri karir Son menjadi pesepak bola terunggul Asia.