Kasus Korupsi Dana Apel Diskedul Penyidik

Kasus Korupsi Dana Apel Diskedul Penyidik – Penyidik Direktorat Reserse Kejahatan Teristimewa Polda Metro Jaya menskedulkan kontrol terduga masalah pendapat korupsi dana Apel serta Kemah Pemuda Islam 2017, Ahmad Fanani. Eks Bendahara PP Pemuda Muhammadiyah itu dapat dikontrol minggu kedepan.

” Mungkin dalam kurun waktu dekat kita dapat panggil yang perihal (Ahmad Fanani) , ” kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (12/7/2019) .

Iwan belum menegaskan tanggal kontrol itu. Diperhitungkan Fanani dikontrol pada minggu kedepan.

” Itu mungkin minggu depannya. Minggu depannya mungkin bisa kita panggil, ” tegas Iwan.

Didapati, polisi telah mengambil keputusan satu terduga masalah pendapat korupsi dana kemah, adalah bekas Bendahara PP Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani.

Ahmad Fanani dipersangkakan dengan Masalah 2 ayat (1) serta/atau Masalah 3 Uu No 31 Tahun 1999 terkait Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sama seperti udah dirubah dalam UU No 20 Tahun 2001 terkait Pergantian atas UU No 31 Tahun 1999 terkait Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Masalah 3, Masalah 4, serta Masalah 5 UU No 8 Tahun 2010 terkait Mencegah serta Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Polisi mengira ada markup data keuangan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) pada penyelenggaraan Apel serta Kemah Pemuda Islam 2017 itu.

Polisi mengatakan pendapat penyelewengan ini baru diketemukan di LPJ Pemuda Muhammadiyah, sedang di LPJ GP Ansor gak diketemukan penyelewengan.

PP Pemuda Muhammadiyah sempat pula kembalikan uang Rp 2 miliar terhadap Kemenpora.

Tapi faksi Kemenpora kembalikan cek sejumlah Rp 2 miliar itu dengan fakta gak diketemukan masalah dalam aktivitas kemah pemuda berdasar LHP BPK.