Di Garut, Sekelompok Emak-emak Mengolah Sampah Jadi Berkah

Di Garut, Sekelompok Emak-emak Mengolah Sampah Jadi Berkah  – Bermacam pengembangan ditampilkan penduduk untuk menangani masalah sampah. Di Garut, sekumpulan emak-emak memproses sampah jadi karunia dengan membuatnya kerajinan yang unik.

Tindakan kreatif itu dikerjakan beberapa ibu rumah-tangga di Kampung Leuwi Gugur, Desa Cintaasih, Samarang.

“Awalannya kita mengerti jika sampah ini masalah bersama. Karena itu, ibu-ibu di sini setuju untuk memproses sampah sendiri,” tutur Cucun (45), salah seseorang ibu pada wartawan di Kampung Leuwi Gugur, Jumat (15/02/2019).

Dengan bekal alat seadanya seperti gunting, lem serta sampah dari rumah semasing, emak-emak ini cekatan dalam memproses sampah anorganik jadi kerajinan.

Bermacam produk olahan dibuat, salah satunya produk yang dibuat yaitu miniatur pohon yang dibikin dari sampah plastik. “Miniatur pohon dibikin dari sampah plastik yang dibakar lalu dibuat. Rangkanya memakai kawat serta besi,” tuturnya.

Hasil kerajinan emak-emak ini lalu dialirkan ke bank sampah yang berada di Kampung Leuwi Gugur. Gagasannya, hasil kerajinan emak-emak ini akan di pasarkan di lokasi wisata yang ada lokasi Kecamatan Samarang.

“Memang saat ini belumlah membuahkan uang, tetapi kami di sini cukuplah ketertarikan membuat kerajinan dari sampah. Memang jika telah tahu langkah mengolahnya, sampah tidak ada yang terbuang. Tentu dapat dioptimalkan kembali,” tuturnya.

Tidak hanya membuat miniatur pohon dari lelehan plastik, emak-emak pun membuat celengan sampai piring dari botol air sisa. “Kita pun tengah meningkatkan budidaya magot untuk memproses sampah organik,” ujarnya.