Cabuli Anak Pasien Hingga 4 Kali, Pria di Lamongan Ini Ditangkap Polisi

Cabuli Anak Pasien Hingga 4 Kali, Pria di Lamongan Ini Ditangkap Polisi – Berkilah jadi orang cerdas yg dapat membuat perubahan nasib serta membuat sembuh penyakit, pria ini malahan mengerjakan pencabulan. Korbannya merupakan anak pasiennya sendiri yg tetap dibawah usia.

Pemeran merupakan MM (45) , penduduk Desa Pucangwangi Kecamatan Babat Lamongan. Pria yg aslinya merupakan penjual es keliling itu dilaporkan ST (50) , orang-tua korban.

Perkara ini berasal kala orang-tua korban mengerang terhadap pemeran kalau sejauh ini situasi ekonominya sukar. Orang-tua korban memohon tolong terhadap pemeran buat membuat perubahan nasibnya.

Terhadap orang-tua korban, pemeran menyanggupi dengan ketentuan anak gadisnya diserahkan buat dibawa berziarah ke makam banyak wali. Itu berlangsung pada September 2018.

” Jadi Korban ini menuruti niat pemeran, apabila anaknya dibawa ziarah ke makam wali lantaran mau dapat mengedit ekonominya lebih baik, ” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, Selasa (5/3/2019) .

Pemeran lantas mengemukakan terhadap orang-tua korban kalau anaknya yg berumur 15 tahun itu tengah sakit. Lantaran sakit karena itu mesti harus diobati.

” Argumen sakit itu dimanfaatkan pemeran agar dapat mencabuli korban. Pemeran mencbuli korban sejumlah 4 kali, ” kata Ary.

orang-tua korban selanjutnya sadar berubah menjadi korban penipuan. Ekonominya gak ikut tambah baik serta anaknya malahan sakit. Orang-tua korban selanjutnya memberikan laporan peristiwa ini ke polisi.

Tidak cuman mengamankan pemeran, polisi ikut mengamankan barang untuk bukti berwujud satu potong busana gamis , satu potong rok panjang, serta satu potong kaos lengan panjang.

Atas tingkah lakunya, pemeran dikira udah melanggar clausal 76 D Jo 81 ayat (1) serta (2) , Undang-undang RI Nomer 17 Tahun 2016, terkait Pemastian Ketetapan Pemerintah Substitusi Undang-undang Nomer 1 Tahun 2016, terkait pergantian ke dua atas Undang-undang RI Nomer 23 tahun 2002, terkait Perlindungan Anak, berubah menjadi undang-undang.

” Pemeran kami tangkap serta diancam diancam dengan hukuman penjara sangat singkat 5 tahun serta sangat lama 15 tahun, ” jelas Kasat Reskrim Bojonegoro AKP Rifaldhy Hangga Putra.