Bahar Dicheck Jadi Terdakwa Dalam Jadwal Persidangan Itu

Bahar Dicheck Jadi Terdakwa Dalam Jadwal Persidangan Itu – Terdakwa masalah perkiraan penganiayaan pada dua remaja CAJ (18) serta MKU (17) , Bahar bin Smith, mengaku tingkah lakunya.

Pernyataan Bahar itu diungkapkan dalam sidang kelanjutan yang diselenggarakan Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Perpustakaan serta Arsip Kota Bandung, Kamis (23/5) .

Di depan majelis hakim, Bahar juga mengatakan menyesal udah menganiaya dua remaja yang mengaku-aku jadi dianya sendiri itu.

Bahar dicheck jadi terdakwa dalam jadwal persidangan itu.

” Apa yang dijalankan oleh saudara benar atau mungkin tidak, ” bertanya Ketua majelis hakim PN Bandung, Edison Muhammad, terhadap Bahar.

Bahar menjawab, apa yang dijalankannya dengan cara hukum positif yaitu salah.

” Kalaupun menurut hukum positif tak benar. Jadi penduduk negara yang baik, tindakan saya tak benar, ” jawab Bahar.

Hakim terus menanyakan apa kekeliruan yang dijalankan pimpinan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Bogor itu terhadap dua korban.

” Pemukulan serta penganiayaan yang mulia, ” jawabnya .

Sebelum menganiaya CAJ serta MKU, Bahar mendapat kabar dari kerabat dekatnya ada orang yang mengaku-aku dianya sendiri bakal mengikuti suatu acara di Bali pada 29 November 2018.

” Mengapa saudara tak melapor terlebih dulu? Kita kan negara hukum mengapa tak melapor? ” sebut hakim.

” Meminta maaf yang mulia, saya jabarkan saja di sini. Seringkali kami melapor terhadap penegak hukum masalah ada orang yang mengatakan habib, tetapi tidak sempat dilakukan tindakan. Tetapi kalaupun kami terlapor, demikian cepat reaksinya. Udah hilang keyakinan kami, ” kata Bahar.

Hakim terus menegaskan pertanyaannya terhadap Bahar.

” Apa saudara menyesali tindakan, ” kata hakim.

” Wallahualam. Allah yang Maha Tahu. Kalaupun saya mengatakan menyesal tetapi hati tak serta sebaliknya. . . , ” jawab Bahar.

Hakim terus memberikan peluang Bahar buat terus menerus menjawab pertanyaan.

” Ini penting dalam keputusan. Saya beri peluang, apa menyesal? ” bertanya hakim kembali dengan pertanyaan yang sama.

” Atas penganiayaan serta pemukulan iya saya menyesal yang mulia, ” jawab Bahar.