Abrasi Pantai Lumajang Mengkhawatirkan, Polisi Pasang Garis Polisi

Abrasi Pantai Lumajang Mengkhawatirkan, Polisi Pasang Garis Polisi – Pengikisan Pantai Tempursari, Lumajang akibatkan beberapa bangunan di tempat wisata ini dalam situasi urgent. Petugas lantas menempatkan garis polisi biar wisatawan gak mendekatinya.

Garis polisi dipasang pada sisi bangunan yang mengggantung dipinggir pantai. Minimal ada 4 rumah makan serta 1 musala di Pantai Tempursari yang kondisinya urgent karena pengikisan.

“Situasi bangunan yang menggantung semacam ini benar-benar beresiko sekali,”kata Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban terhadap wartawan di tempat, Sabtu (29/12/2018).

Kecuali menempatkan garis polisi, korps mengenakan seragam cokelat ini pun menempatkan papan imbauan bahaya gelombang tinggi dipinggir pantai. Masalah ini dilaksanakan biar pengikisan pantai yang berlangsung tidak membahayakan banyak wisatawan yang tengah liburan.

“Ini yaitu langkah antisipatif kami buat menghindar ada korban di tempat wisata pantai Tempursari ini,” jelas Arsal.

Pengikisan Pantai Tempursari pun mengikis pinggir pantai sejauh 8 mtr.. Bibir pantai yang terserang pengikisan selama 200 mtr..

Sesaat Pengelola wisata Pantai Tempursari, Qomarudin menyatakan akibat pengikisan ini memicu banyaknya kunjungan wisatawan yang nikmati libur tahun baru, mengalami penurunan.

Kebanyakan ada kira-kira 500-an wisatawan, waktu berlangsung pengikisan pantai, cuma ada 100-an saja yang menggunakan berlibur.

“Kunjungan banyaknya wisatawan yang liburan di wisata Pantai Tempursari mengalami penurunan karena pengikisan pantai yang menyebabkan kerusakan beberapa warung,” papar Qomarudin.

Pemilik warung makan di pesisir pantai pun rasakan banyaknya penurunan wisatawan yang hadir. Kebanyakan mereka dapat menggunakan sampai 20 kg ikan fresh /hari. Saat ini, cuma 3 kg/hari.

“Akibat pengikisan ini akibatkan penurunan penerimaan kami, kalaupun kebanyakan dapat bisa lebih dari Rp 100 ribu/hari, saat ini kira-kira Rp 30 ribu/hari saja ” papar Marji, salah satunya pemilik warung makan.

Hal sama dikatakan Ngatemi. “Wisatawan yang hadir di pantai ini mengalami penurunan dari kebanyakan, walaupun sebenarnya sebelum pengikisan benar-benar ramai,” tegasnya.

Pengikisan Pantai Tempursari ini akibatkan tiga bangunan rumah makan serta satu mushala rusak kritis. Tidak hanya itu pun pesisir pantai selama 200 mtr. habis terkikis air laut.